
IMAN adalah mutiara, ia tumbuh di setiap segumpal hati manusia,setiap kita yang ber iman akan meyakini akan Allah S.w.t yang Maha Esa Maha Kuasa. Jika Tanpa mu Iman bagaimanalah, manusia akan merasa diri hamba padanya dia seolah Tuhan bagi manusia yang lain karena harta , tahta ,dunia telah di milikinya hingga dia merasa tanpa dia orang lain tak bisa berbuat apa-apa atau tak bisa apa- apa sehingga ia menjadi orang yang sombong yang menuhankan diri dan hartanya dan tanpa Iman pula manusia cenderung merasa diri hamba yg paling bertaqwa dia merasa hanya dia lah yang paling sempurna ibadahnya,paling benar,paling husyu dan paling paling segalanya sehingga menjadikan manusia semacam ini menjadi manusia yang takabur.
IMAN itu tak dapat diwarisi dari seorang ayah yg bertaqwa karena seorang yang bertakwa belum tentu keturunan menjadi takwa sebab ketakwaan seseorang timbul deri rasa iman yang sangat besar yang akhirnya menjadikan manusia itu taQoru illallah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangNya, hal ini juga bisa memantulkan sinar akhlak dan budi pekerti mulia pada manusia itu .
IMAN tak dpt dijual beli karena ga ada di dunia ini penjual iman dan pembeli iman kalu ada penjual iman / menggadaikan itu hanya kiasan saja di mana orang tersebut tergoda atau silau oleh iming - imingan keduniawia sebab iman ada karena keyakinan yang ada di hati sanubari manusia secara sadar dan timbul dari hatinya tanpa pengaruh,paksaan dan imbalan apapun, ia lahir dari kesadaran hati yang kuat untuk menyakini akan apa yang menurutnya benar.
IMAN ia hadir dengan kesadaran manusia akan adanya kebenara dalam hal ini sang kholiq ( ALLAH S.W.T ) dengan kesadaran yang besar dengan meyakini akan adanya sang maha pencipta maka akan timbul hasrat hati untuk mengenal akan Allah secara kongkrit dan kontinew, dia akan selalu hadir dimana saja kala ada yang berkenaan dengan Allah seperti orang yang jatuh cinta luapan ini lah yang terus menerus menjadikan manusia itu berbertaQwa kepada robb nya . Bila ada orang bermimpi atau ber anggapan bahwa dia bisa mendapat iman di tepian pantai itu hal yang bohong karena Iman tak mungkin ada di tepian pantai mungkin yang ada adalah dia menyendiri ( tafakkur) di tepi pantai, masjid, atau tempat lainnya dengan mengagumi kebesarannya dan menyakini bahwa alam semesta ini ada yang menciptakannya. sebab walau apapun caranya jua iman tak dapat di miliki hanya dengan cuma bertafakkur tanpa bimbingan dan arahan yang benar dari para ulama. walau dengan cara mendaki gunung yg tinggi sekali pun iman tak dapat di gapai kecuali dengan kesadaran dalam dirinya yang meyakini Allah setelah dia mendengar,menbaca dan lain kemudian timbul di hatinya rasa yakin dan meyakini akan keberadaan tuhannya,iman juga tak dapat di miliki walaupun dengan merentasi lautan api sebab iman hadir dalam diri manusia dan dengan keyakinan yang diyakini manusia dan Iman dapat hanya dapat miliki hanya dengan izin Allah dan berharap kembali pada Allah S.w.t.