Kamis, 10 November 2011

Kesaksian Sunita Williams Mekah Dan Madinah Tampak Terang Dari Luar Angkasa


Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Mekah danMadinahSunita William, seorangastronaut pertama India yang pada tanggal 2 Juli 2007 berada di angkasa luar, mengatakan bahwa dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada 2 tempat yang sangat berbeda, yaitu Mekah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masa Allah, Allah Maha Besar.
Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah ketika gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout?. Dikhabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams secara spontan memeluk agama Islam. Allahu Akbar, bila khabar ini adalah suatu kebenaran.
Sunita Williams sendiri adalah seorang astronot kelahiran Ohio tanggal 19 September 1965 dari orangtua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita : berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit). Kapan wanita Indonesia bisa seperti ini?.

KONSEP MAHABBAH (CINTA)

KONSEP MAHABBAH ( CINTA )


Secara etimologi, mahabbah adalah bentuk masdar dari kata:حب  yang mempunyai  arti: a) membiasakan dan tetap, b) menyukai sesuatu karena punya rasa cinta. Dalam bahasa Indonesia kata cinta, berarti: a) suka sekali, sayang sekali, b) kasih sekali, c) ingin sekali, berharap sekali, rindu, makin ditindas makin terasa betapa rindunya, dan d) susah hati (khawatir) tiada terperikan lagi.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa mahabbah (cinta) merupakan keinginan yang sangat kuat terhadap sesuatu melebihi kepada yang lain atau ada perhatian khusus, sehingga menimbulkan usaha untuk memiliki dan bersatu dengannya, sekalipun dengan pengorbanan.
Sedangkan secara terminologi, terdapat perbedaan defenisi di kalangan ulama. Pendapat kaum Teologi yang dikemukakan oleh Webster bahwamahabbah berarti; a) keredaan Tuhan yang diberikan kepada manusia, b) keinginan manusia menyatu dengan Tuhan, dan c) perasaan berbakti dan bersahabat seseorang kepada yang lainnya. Pengertian tersebut bersifat umum, sebagaimana yang dipahami masyarakat  bahwa ada mahabbahTuhan kepada manusia  dan sebaliknya, ada mahabbah manusia kepada Tuhan dan sesamanya.
Imam al-Gazāli mengatakan bahwa mahabbah adalah kecenderungan hati kepada sesuatu. Kecenderungan yang dimaksud oleh al-Gazali adalah kecenderungan kepada Tuhan karena bagi kaum sufi mahabbah yang sebenarnya bagi mereka hanya mahabbah kepada Tuhan. Hal ini dapat dilihat dari ucapannya, “Barangsiapa yang mencintai sesuatu tanpa ada kaitannya dengan mahabbah kepada Tuhan adalah suatu kebodohan dan kesalahan karena hanya Allah yang berhak dicintai.”
Sementara itu, Harun Nasution (w.1998 M) mengemukakan bahwamahabbah mempunyai beberapa pengertian:
  1.      Memeluk  kepatuhan   pada Tuhan dan membenci sifat melawan pada-Nya. 
  2.      Menyerahkan  seluruh diri kepada yang dikasihi. 
  3.     Mengosongkan hati dari segala-galnya kecuali dari  diri yang dikasihi. Yang dimaksud dengan  kekasih ialah Allah.
Pengertian tersebut di atas sesuai dengan tingkatan kaum muslimin dalam pengalamannya terhadap ajaran agama, tidak semuanya mampu menjalani hidup kesufian, bahkan hanya sedikit saja yang menjalaninya, yang terbanyak adalah kelompok awam  mahabbah-nya termasuk pada pengertian yang pertama. Sejalan dengan itu, al-Sarraj (w. 377 H) membagi mahabbahkepada  tiga tingkatan yaitu:  
  1. Cinta biasa, yaitu selalu mengingat Tuhan dengan zikir, senantiasa menyebut nama-nama Allah dan memperoleh kesenangan dalm berdialog dengan Tuhan. 
  2. Cinta orang siddiq, yaitu orang yang kenal kepada Tuhan, pada kebesaran-Nya tabir yang memsahkan diri seseorang dari Tuhan dan denagn demikian dapat melihat rahasia-rahasia pada Tuhan 
  3. Cinta orang ‘arif, yaitu mengetahui betul Tuhan, yang dilihat dan yang dirasa bukan lagi cinta, tetapi diri yang dicintai. Akhirnya  sifat-sifat yang  dicintai  masuk ke dalam ciri yang mencintai.
Terlepas dari banyaknya penjelasan mengenai defenisi dan “seluk-beluk” cinta atau mahabbah tersebut, namun yang pasti, mahabbah pada dasarnya merupakan sebuah sikap operasional. Dengan kata lain, konsep mahabbah(cinta kepada Allah) adalah salah satu ajaran pokok yang memungkinkan Islam membawa rahmat bagi seluruh isi alam. Cinta pada hakikatnya bukanlah sebutan untuk emosi semata-mata yang hanya dipupuk di dalam batin saja, akan tetapi ia adalah cinta yang memiliki kecenderungan pada kegiatan nyata sekaligus menjadi sumber keutamaan moral.
Hanya saja dalam perjalanan sejarah umat Islam, term “cinta” atau “mahabbah” telah menjadi salah satu pokok pembicaraan orang-orang sufi. Mereka menggeser penekanan cinta kea rah idealism emosional yang dibatinkan secara murni. Sehingga di kalangan sufi, mahabbah adalah satu istilah yang hampir selalu berdampingan dengan makrifat, baik dalam penempatannya maupun dalam pengertiannya. Kalau makrifat merupakan tingkat pengetahuan tentang Tuhan melalui hati, sedang mahabbah adalah merupakan perasaan kedekatan dengan Tuhan melalui cinta. Seluruh jiwa terisi oleh rasa kasih dan kasih dan cinta kepada Tuhan. Rasa cinta yang tumbuh dari pengetahuan dan pengenalan kepada Tuhan, sudah sangat jelas dan mendalam, sehingga yang dilihat dan dirasa bukan cinta, tetapi”diri yang dicintai”. Oleh karena itu menurut  al-Gazali, mahabbah itu adalah manifestasi dari makrifat kepada Tuhan.
Demikian cintanya orang-orang sufi kepada Tuhan, mereka rela mengorbankan dirinya demi memenuhi keinginan Tuhannya. Olehnya itu, cinta atau mahabbah pada hakikatnya adalah lupa terhadap kepentingan diri sendiri, karena mendahulukan kepentingan yang dicintainya yaitu Tuhan.Mahabbah adalah suatu ajaran tentang cinta atau kecintaan kepada Allah. Tetapi bagaimana bentuk pelaksanaan kecintaan kepada Allah itu tidak bisa dirumuskan secara pasti karena hal itu menyangkut perasaan dan penghayatan subyektif tiap sufi.
Konsep Mahabbah Rabi’ah al-‘Adawiyyah
Rabi’ah al-‘Adawiyyah dengan ajaran pokoknya al-hubb al-ilahi (Mahabbah)  erat kaitannya dengan  konsep  Islam itu sendiri serta jiwa yang terkandung di dalamnya. Konsep mahabbah Rabi’ah al-‘Adawiyyah  sesuai dengan beberapa firman Allah dalam al-Qur'an:
يأيهاالذين أمنوا من يرتد منكم  عن دينه , فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه ...
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan  suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya ...”
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعونى  يحببكم الله ويعفرلكم ذنوبكم والله غفور رحيم
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar ) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampung lagi Maha Penyayang”.
...  يحبونهم كحب الله. والذين  ءامنوا أشدحبا لله ...
“. . . Mereka mencintainya sebagaimana  mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. ...”
Kalau diperhatikan ketiga ayat tersebut menunjukkan bahwa mahabbah  merupakan realisasi dari iman. Dengan iman, seseorang dapat mencintai Allah sebagai cinta tingkat tertinggi dalam hidup ini. seperti cinta Rabi’ah al-‘Adawiyyah kepada Allah.
Sebagaiman disebutkan di atas bahwa Rabi’ah al-‘Adawiyyah dalam mengawali perjalanan mistiknya, ia mengajarkan dan memang mengamalkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah karena hal tersebut merupakan syarat mutlak sebagai hamba-Nya. Ini sesuai dengan kandungan ayat-ayat di atas. QS. Al-Maidah  5/54 misalnya, al-Alusi menjelaskan bahwa maksud dari kalimat yuhibbunahu adalah mereka selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Demikian pula seperti yang disebutkan dalam QS. Ali Imran 3/31, kata al-hub dimaknai khususnya di kalangan ulama sufi sebagai sebuah perasaan yang terkait dengan zat Tuhan dan semestinya seorang pencinta mencintai Tuhan karena zat-Nya bukan karena pahala-Nya atau kebaikan-Nya karena cinta tersebut karena kebaikan-Nya menempati derajat yang lebih rendah dibandingkan dengan cinta karena Zat-Nya.

Kepustakaan:
As Asmaran,  Pengantar Studi Tasawuf, Jakarta: Grafindo Persada, 1994, Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Proyek Peningkatan Prasarana dan sarana Perguruan Tinggi Agama/IAIN Jakarta, Ensiklopedi Islam di Indonesia (Jakarta: Anda Utama, 1993, Abu Nasr al-Sarraj al-Tusi, Kitab al-Luma, Mesir: Dar al-Kutub al-Hadisah, Abu al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariyah, Mu’jam Maqayis al-Lugah, Beirut: Dar al-Fikr,1991, Departemen Pendidikan dan kebudayaan,Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989, Noah Webster,Webster’s Twentieth Century Dictionary of English Language, USA: Willian Calling Publisher’s, 1980.
 

IJINKAN AKU DATANG PADA MU.....

Dalam gelap terperangkap kalut

suara hujan membungkam kata hati

bagaimana aku bisa pergi jika

langkah terpasung sepi

kau yang tak pernah beranjak dari sisi ku

namun aku yang cenderung menjauh dari Mu

karena duniawi

ijinkan aku datang padaMu

lewat mimpi,di setiap isi hati

di antara pagi dan hari-hari

dan dimalam ini !serta di setiap ujung malam-malam mu

JODOH....

Pemandangan Danau Barat indah
Hujan musim semi bagaikan Pohon Willow
Berjodoh jauh-jauh datang untuk bertemu
Tak berjodoh, berhadapan juga tak bisa bergandeng tangan
10 tahun bertapa agar bisa seperahu
100 tahun bertapa agar bisa tidur bersama
Jika 1000 tahun, itu beruntung
Bisa sehati sampai tua.

MY DEAR.......

My dear,
get to know the wet season rains
and dry the leaves meranggaskan
along the full moon day in the twelve
because my love blossomed in two seasons

recognize restless wind among the reeds of bamboo
who swerved to the right and shimmy to the left
which menggemerisik between quiet
because there are whispers about gelisahku

when dusk fell in uninhabited hills
There hue painted on the sky background
red hot and sometimes violet
get to know the color is added to the Rinduku

my dear,
my nights is a record about love
cold to warm and provide a sense of smell
I jejaki full moon is lost in the clouds
and I want to go down with the love that you brought
and hopefully love it still rests in the name of God ...

===********====*********====***********====********====

Sayangku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim

kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku

ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku

sayangku,
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa
dan semoga cinta ini masih bersandar atas nama Allah...

without you..... ( tanpa mu )

without you ..
This night was very quiet.
only the occasional sound of crickets broke the silence.
Sometimes loud. jerked my thoughts.
Sometimes melancholy. evocative corner of my heart.
Harass all my silence. Return the memories of old times.
My moments close to you.

Krik! Krik!
The voices were getting more and more formations.
rhythmically in my ear.
follow the pulse-beat of my heart. feel more toned.
as if he asked me to dance step.
grains and small grains rotate
one ... two ... one .. two ...
I danced. spinning. menari.sufi
in rhythm illusion. I'm more fun to dream.

I kept dancing. to fly. floated.
to penetrate the clouds. smoother. gentle.
touched by my fingertips.
white. biaskan beautiful light in my eyes.

I kept dancing. entertain themselves. fill the quiet.
carve feeling on these days. without you.
I sank into nadaku.
dissolved in a series of words.

I kept dancing. and will continue to dance.
until you come to replace.
until you re-cast the lonely night.
I pick you up at the end of the evening blessing


*********arti**********
tanpa mu..
malam ini terasa sepi sekali.
hanya sesekali suara jangkrik memecah kebisuan.
Kadang nyaring. menyentak lamunanku.
Kadang pilu. menggugah sudut hatiku.
Mengusik segala diamku. Kembalikan kenangan waktu dulu.
Saat-saat ku dekat dengan mu.

Krik! Krik!
Suara-suara itu semakin lama makin membahana.
berirama di telingaku.
mengikuti detak-detak jantungku. terasa semakin bernada.
seakan mengajakku melangkah untuk berdansa.
dan memutar butiran butiran kecil
satu... dua... satu.. dua...
aku berdansa. berputar. menari.sufi
dalam irama ilusi. aku semakin asyik bermimpi.

Aku terus menari. terbang. melayang.
sampai menembus gumpalan awan. halus. lembut.
tersentuh oleh ujung-ujung jariku.
putih. biaskan cahaya indah di pelupuk mataku.

Aku terus menari. menghibur diri. mengisi sepi.
mengukir rasa pada hari-hari ini. tanpamu.
aku tenggelam dalam nadaku.
terlarut dalam rangkaian kata-kataku.

Aku terus menari. dan akan tetap menari.
sampai kau datang mengganti.
sampai kau kembali mengusir malam yang sepi.
hingga ku jemput ridho mu di penghujung malam.....

I LOVE YOU

"I love you" are just three words
Together as a phrase
If said, they must be sincere
Not just a passing phase
These words have strength in meaning
Sincerely pleasing to hear
If these words are said
They must be loud and clear
You musn't say "I love you"
Or I will say it back
'Coz if I feel it, I will say it
And then my love shan't lack